Minggu, 21 Juli 2024

Perkenalan

Saat ini, setelah waktu berlalu cukup lama. Aku baru teringat kalau aku belum memperkenalkan diri dengan benar. Maka, izinkan aku melakukannya kali ini.

Nama lengkapku, Nur Kholipah aku biasa dipanggil apa saja selama itu berkaitan dengan nama di atas. Nah, untuk nama Nukho aku sengaja membuatnya sendiri agar terdengar berbeda. Pasalnya, nama Nur terlalu cantik dan indah, Sehingga menjadi nama favorit yang digunakan banyak orang. He-he-he

Oke lanjut, sebenarnya tidak ada yang istimewa dalam diriku. Hanya saja aku berpikir akan lebih menyenangkan apabila kita saling kenal, selain untuk menjalin silaturahmi juga untuk berkomunikasi agar tidak saling canggung. 

Sejak kecil aku suka sekali membaca, kertas apapun yang ada tulisannya pasti aku baca tanpa terlewat. Tapi untuk mulai menulis, baru kali ini aku memperdalamnya. Dan OrQu adalah kelas menulis pertamaku. Untuk itu aku ucapkan banyak terimakasih untuk para Admin, Kaka-kaka Aatreya, Kaka-kaka Divisi keanggotaan, Kaka-kaka Pengajar kepenulisan, terutama Kak Bangkit dan Kak Fia, yang sudah sabar untuk menuntun aku ke jalan yang benar. Karena memang aku banyak salahnya. He-he

Sekian pengenalan singkat diriku yang kelewat singkat, sengaja biar penasaran terus bisa nanya langsung lewat chat. -eh🤭

Tulisan ini akan aku akhiri dengan pantun singkat. Jangan dilewatin, ya!

Buah Pepaya buah Markisa

Terimakasih sudah membaca👋





Minggu, 14 Juli 2024

Puisi



Baru saja kita keluar dari dermaga

Sejengkal diterpa bena, kepalamu sudah tertunduk saja.

Bagaimana bisa kau menaklukkan samudra, jika kalah dengan amarah riak yang tak seberapa?

Angkat kepalamu, Tuan!

Samudra di depan sana menanti untuk kau arungi

Seorang yang gagah perkasa tak pantas terduduk lemas hanya karena terhempas arus yang tak deras

Mahkotamu mahal!

Tidak adil jika itu harus pecah hanya karena nista lidah tak bertulang

Barangkali mereka iri melihatmu sudah berlayar jauh mendekati mimpi yang mereka cintai

Biarlah, kau hanya perlu mengabaikan tanpa harus meratapi

Angkat kepalamu, Tuan!

Taklukan riak atau riak yang tegak

 

 


Minggu, 07 Juli 2024

Janji Palsu



Aku berjalan tenang menuju pelaminan, dengan gamis putihku yang menjuntai di atas karpet merah yang digelar di lantai. Di tanganku tertata cantik bunga mawar putih yang indah. 


Aku mengedarkan pandangan ke sekeliling, mencoba memperhatikan setiap detail dekorasi yang membuatku terkagum-kagum. 


Gedung bernuansa modern ini didekor dengan perpaduan warna putih dan biru yang menyejukkan mata. Dengan rangkaian bunga yang berwarna senada menambah kesan keindahannya. Lampu-lampu dengan bentuk yang cantik dan unik, disusun dengan rapi yang menambah kesan elegan dan mewah. Sungguh aku terpesona dengan dekorasinya


Sejenak Pikiranku melayang, Membawaku pergi kembali pada ingatan masa lalu. Melupakan riuh suara tamu undangan, di gedung resepsi yang sudah ramai. 


“Mari kita berpisah untuk memperbaiki diri masing-masing dan bertemu lagi dengan versi terbaik kita”

Kata lelaki itu, sembari menyodorkan jari kelingkingnya padaku.


Aku tersenyum, dan menyodorkan jari kelingking ku pada laki-laki dihadapanku itu “ janji yah?” 


“Janji!” Jawabnya dengan tegas tanpa beban, sembari mengikatkan kelingkingnya pada jari kelingkingku.


Aku mengulum senyum sesaat, lantas menggeleng kecil kepalaku dan kembali fokus pada langkahku. 


Ratusan pasang mata tertuju padaku, mereka seolah terkesima dengan kedatanganku, yang berjalan menuju kursi pelaminan. Aku terus melanjutkan langkah tanpa menghiraukan tatapan mereka.


Kini aku sudah berada di depan kursi , tempat dimana laki-laki yang berjanji kembali padaku dahulu. 


Berulang kali aku menarik nafas mencoba menetralkan debaran yang tak beraturan ini. Sampai aku yakin bahwa aku benar-benar siap untuk melakukannya.


“Selamat atas pernikahan kalian, ku doakan semoga kalian bahagia dan segera mendapatkan momongan”


Aku tersenyum kepada kedua mempelai seraya memberikan sebuket bunga, ucapan selamat, serta doa. 

Andaikan bukan paksaan dari sahabatku, aku tak akan menghadiri pernikahan ini. Karena katanya “kalau kamu tidak hadir, tentu nantinya laki-laki itu menertawaimu karena mengira kau belum move on”


“Terimakasih, sudah menyempatkan waktu untuk datang” 

Kedua mempelai membalas ramah dengan senyuman yang terukir di masing-masing wajahnya..


Namun entah mengapa, melihatnya membuat hatiku berkecamuk, disertai rasa perih yang tiba-tiba menyayat hati, mataku mulai memanas menahan rasa sakit yang menyesakkan didalam dada.


Rasanya aku ingin menghilang saja, sungguh ini menyakitkan.


Nukho

7 July 2024



Perkenalan

Saat ini, setelah waktu berlalu cukup lama. Aku baru teringat kalau aku belum memperkenalkan diri dengan benar. Maka, izinkan aku melakukann...