Baru saja kita keluar dari dermaga
Sejengkal diterpa bena, kepalamu sudah tertunduk saja.
Bagaimana bisa kau menaklukkan samudra, jika kalah dengan
amarah riak yang tak seberapa?
Angkat kepalamu, Tuan!
Samudra di depan sana menanti untuk kau arungi
Seorang yang gagah perkasa tak pantas terduduk lemas hanya
karena terhempas arus yang tak deras
Mahkotamu mahal!
Tidak adil jika itu harus pecah hanya karena nista lidah tak
bertulang
Barangkali mereka iri melihatmu sudah berlayar jauh
mendekati mimpi yang mereka cintai
Biarlah, kau hanya perlu mengabaikan tanpa harus meratapi
Angkat kepalamu, Tuan!
Taklukan riak atau riak yang tegak
Tidak ada komentar:
Posting Komentar